Friday, 12 June 2015

PERKEMBANGAN KONSEP DAN PENERAPAN TIK



BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Sebagai generasi modern kita pasti sudah sangat familiar dangan peralatan elektronik. Entah itu kendaraan, peralatan rumah tangga, media entertainment, maupun media komunikasi. Alat-alat  tersebut kini sudah semakin canggih, hal tersebut tentu saja terjadi akibat adanya keinginan manusia untuk dapat terus mengembangkan perangkat perangkat untuk memudahkan pekerjaannya, tidak bisa dipungkiri kehadiran teknologi sangat berpengaruh dalam kelangsungan kehidupan kita semua, terutama dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Artinya, hampir seluruh kegiatan manusia dimanapun adanya, selalu tersentuh oleh komunikasi.
Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk  sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya  dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.

B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)?
2.       Apa saja Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)?
3.      Apakah Dampak Positif Dan Negativ Dari Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Informasi?
4.      Bagaimanakah Penerapan Teknologi Informasi & Telekomunikasi?
5.      Apa saja Persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui bagaimana Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
2.      Untuk memahami apa saja Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
3.      Untuk menjelaskan apa saja Dampak Positif Dan Negativ Dari Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Informasi.
4.      Untuk memaparkan bagaimana Penerapan Teknologi Informasi & Telekomunikasi.
5.      Untuk menjelaskan apa saja Persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK.

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras, khususnya komputer. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan, dan teknologi telekomunikasi yang digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Menurut Teemu Leinonen (2005) dalam Nurdin Noni, perkembangan tersebut dibagi dalam 5 fase yaitu sebagai berikut:
  1. Fase Programming, Drill and Practice (1970-1980)
Fase ini ditandai dengan penggunaan perangkat lunak komputer yang menyajikan latihan-latihan praktis dan singkat, khususnya untuk mata pelajaran matematika dan bahasa. Latihan-latihan ini dapat menstimulasi memori jangka pendek.
  1. Fase Computer Based Training (CBT) with Multimedia (1980-1990)
Fase ini merupakan masa keemasan CD-ROM dan komputer multimedia. Penggunaanya diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, karena kemampuannya dalam menyajikan kombinasi teks, gambar, animasi, dan video. Kombinasi kemampuan tersebut didasari oleh konsep pedagosis bahwa manusia memiliki perbedaan, sebagian bisa belajar dengan baik mempergunakan indra penglihatan dan lainnya dengan mendengarkan atau membaca.
  1. Fase Internet Based Training (IBT) (awal 1990an)  
Pada fase ini internet digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaanya masih terbatas pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih sebatas uji coba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat menfasilitasi pembelajaran.
  1. Fase E-Learning (akhir 1990an-awal 2000an)
Fase ini merupakan fase kematangan pembelajaran berbasis internet. Sejak itu situs web yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (Learning Management System). Bahkan saat ini sudah cukup banyak paket seperti itu ditawarkan secara gratis dalam bentuk open source. Konsep pedagogik yang mendasari adalah bahwa pembelajaran membutuhkan interaksi sosial antara siswa dan siswa dan antara siswa dan guru. Dengan perangkat lunak LMS, siswa dapat bertanya kepada temannya atau kepada guru apabila dia tidak memahami materi yang telah dibacanya.
  1. Fase Social Software + Free and Open Content (akhir 2000)
Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan perangkat lunak pembelajaran dan konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik oleh guru maupun siswa, yang selanjutnya dapat diedit dan dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan.

B.     Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Peranan TIK dalam pendidikan mengisyaratkan bahwa pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1.      Tahap pertama meliputi:
a.       Merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah.
  1. Merancang dan membuat aplikasi database.
  2. Merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah.
  3. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif.

2.      Tahap kedua meliputi:
  1. Melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru.
  2. Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.

  1. Tahap ketiga dan keempat
Tahap ini adalah tahap untuk memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah.
Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia seiring dengan peradaban manusia itu sendiri sampai akhirnya mengenal istilah Teknologi Informasi IT/Information Technology. Dimulai dari bentuk gambar yang tak bermakna pada dinding-dinding, prasasti-prasasti,  sampai informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet.
1.      Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM)
Pada masa pra-sejarah teknologi informasi digunakan sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang ingin dikenali. Informasi yang didapatkan kemudian digambarkannya pada dinding-dinding gua atau tebing-tebing bebatuan. Pada masa pra-sejarah sudah  dimiliki kemampuan mengidentifikasi benda-benda yang ada disekitar lingkungan dan mepresentasikannya dalam berbagai bentuk yang kemudian dilukis pada dinding gua tempat tinggal mereka.
Mengkomunikasikan informasi dengan gambar/lukisan  menjadi pilihan yang baik karena kemampuan berbahasa pada waktu itu hanya berkisar pada suara dengusan dan isyarat tangan. Perkembangan selanjutnya mereka mulai menggunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap  keadaan tertentu seperti keadaan bahaya.

2.      Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
Pada masa sejarah, teknologi informasi berkembang pada masayarakat kalangan atas seperti para kepala suku atau kelompok, digunakan pada kegiatan  tertentu seperti upacara, dan ritual. Teknologi informasi belum digunakan secara masal seperti yang kita kenal sekarang ini.

a.      Masa Tahun 3000SM
Pada masa ini orang mulai mengenal simbol atau tulisan dan ditemukan pertama kali simbol untuk informasi, digunakan oleh Bangsa Sumeria. Tulisan yang digunakan waktu itu berupa simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf yang digunakan sudah mempunyai bunyi yang berbeda dalam penyebutannya untuk setiap bentuk, sehingga sudah mampu membentuk kata, kalimat dan bahasa.

b.      Masa Tahun2900 SM
Pada masa ini ditemukan bahwa Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal dan menggunakan huruf yang disebut Hierogliph. Huruf hierogliph sudah merupakan bahasa simbol untuk sebuah ungkapan. Untuk setiap ungkapan dinyatakan dengan simbol yang berbeda, dan apabila digabungkan menjadi satu maka akan mempunyai cara pengucapan dan arti tersendiri. Bentuk tulisan dan bahasa hierogliphini lebih maju dan lengkap dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.          

c.       Masa Tahun 500 SM
Masa ini ditandai dengan pengenalan pada media informasi yang sebelumnya menggunakan lempengan tanah liat. Pada masa ini manusia sudah mengenal media untuk menyimpan informasi yang lebih baik dengan serat pohon. Serat papyrus yang berasal dari pohon Papyrus yang tumbuh disekitar sungai nil ini  dijadikan media menulis/media informasi pada masa itu. Serat papyrus lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah sebagai media informasi. Selanjutnya serat papyrus merupakan cikal bakal media yang kita kenal sekarang ini yaitu media kertas.
d.      Masa Tahun 1455
Masa ini ditandai dengan upaya menciptakan mesin cetak. Pasa masa ini manusia sudah menggunakan mesin cetak yang berupa plat huruf yang tebuat dari besi. Kemudian plat tersebut diganti dengan bingkai yang tebuat dari kayu yang dikembangkan dikembangkan untuk pertama kali oleh Johann Gutenberg.
e.       Masa Tahun 1800-an
Pada tahun 1830 orang sudah mengenal program komputer. Augusta Lady Byron pertama menulis program komputer yang berkerjasama dengan Charles Babbage. Mereka menggunakan mesin analytical. Mesin analytical dengan programnya didesain untuk mampu menerima data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Selanjutnya, mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis dari yang bersifat digital. Mesin ini merupakan cikal bakal komputer digital pertama ENIAC I  pada  94 tahun kemudian.
Pada tahun 1837 ditandai dengan teknologi pengiriman informasi. Samuel Morse mengembangkan telegraph dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Mereka mengirim informasi secara elektronik antara 2 (dua) tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan penerimaan informasi ini mampu mencapai selisih waktu yang baik dan hampir terjadi pada waktu yang bersamaan. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi atau dibatasi oleh jarak dan waktu.
 Pada tahun 1861 orang sudah memikirkan bagaimana menampilkan informasi dalam bentuk gambar bergerak dalam media layar. Masa itu pula gambar bergerak yang peroyeksikan ke dalam sebuah layar untuk yang pertama kali di gunakan. Penemuan ini merupakan cikal bakal teknologi film sekarang.
Pada tahun 1876, Melvyl Dewey mengembangkan sistem penulisan Desimal.
Pada tahun 1877 , Alexander Graham Bell mengembangkan telepon yang dipergunakan secara umum.
 Pada tahun  itu juga fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge. Pada tahun 1899 telah dipergunakan sistem penyimpanan dalam tape (pita) magnetis untuk yang pertama.

f.       Masa Tahun 1900-an
Tahun 1923, Zvorkyn menciptakan tabung TV (Televisi) yang pertama. Tahun 1940  dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa perang dunia II yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape. Tahun 1945, Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan hypertext
Tahun 1946  komputer digital pertama didunia yaitu ENIAC I dikembangkan.
Tahun 1948  para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.
Tahun 1957, Jean Hoerni mengembangkan transistor planar. Teknologi ini memungkinkan pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan ke dalam  sebuah keping kecil kristal silikon.
Tahun 1969,  sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah dengan kekuatan 50Kbps.
Tahun 1972  Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama.
Tahun 1973 – 1990 istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP (Transmission Control Protocol) kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA.
Tahun 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF  mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.
Tahun 1991sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya dan memungut bayaran dari para anggotanya.
Tahun 1992 pembentukan komunitas Internet, dan diperkenalkannya istilah WWW (World Wide Web) oleh CERN. 
Tahun 1993 NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (AT&T), jasa registrasi (Network Solution Inc,), dan jasa nformasi (General Atomics/CERFnet). Tahun  1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam segala segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia.  Tahun 1995, Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone, langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.

C.    Dampak Positif Dan Negativ Dari Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan Informasi.

  1. Dampak Positif
  1. Kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dibantu perangkat teknologi yang semakin berkembang dan mudah digunakan.
  2. Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan fasilitas e-mail,chat,sampai komunikasi secara langsung (pembicaraan) sekalipun melalui internet.
  3. Munculnya bermacam macam komunitas dari internet itu sendiri.
  4. Kita dapat dengan mudah mencari informasi yang kita butuhkan. Apalagi dengan adanya bantuan web search engine seperti google search/yahoo searh dsb.
  5. Kita dimungkinkan berbelanja melalui media internet.
  6. Seiring berkembangnya bahkan internet dapat kita akses di genggaman tangan kita sendiri yaitu dengan media handphone ini sangat positif karena akses internet dapat kita lakukan dengan mudahnya serta dengan tarif yang relatif sangat murah pula.

  1. Dampak Negatif
a.       Kemerosotan moral
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani

b.      Kenakalan dan tindak menyimpang
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat akibat lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.


  1. Manusia menjadi malas beraktifitas
Dampak yang paling nyata yang dapat kita lihat dan rasakan, hampir tiap waktu, sepulang sekolah, siswa sekolah lebih banyak menghabiskan waktunya di warnet untuk bermain game online. waktu mereka untuk belajarpun menjadi berkurang, disinilah peran orang tua harus aktif untuk bisa menjelaskan pada anaknya mengenai pembagian waktu untuk belajar dan bermain.

D.    Penerapan Teknologi Informasi & Telekomunikasi
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk beradaptasi serta menggunakannya dalam aktivitasnya.
Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dapat kita kelompokkan dalam bidang-bidang sebagai berikut:

1.      Dalam Pemerintahan
Efektifitas dalam pelayanan publik oleh pemerintah mengharuskan pemerintah mengambil langkah-langkah dan kebijakan untuk makin meningkatkan kualitas pelayanannya. Efisiensi waktu dan biaya menyebabkan pihak pemerintah merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahan dalam berbagai bidang sekarang ini telah banyak dikenal, misalkan dengan istilah E-Governance yang dilakukan untuk mendukung program Good Governance atau pemerintahan yang baik.

2.      Dalam Bisnis dan Perusahaan
Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Selain itu Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

3.      Dalam Dunia Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

4.      Dalam Dunia Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi ebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

5.      Dalam Dunia Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, peranan teknologi informasi misalnya dapat kita temukan pada sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Contoh lain diantaranya yaitu digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien, dan contoh-contoh lain.
E.     Persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK adalah:
1.      Pembelajar dan Pengajar harus memiliki akses terhadap teknologi digital dan Internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan. Ini berarti sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti tersedianya komputer/laptop, jaringan komputer, internet, laboratorium komputer, peralatan multimedia seperti CD, DVD, Web Camera dan lain-lain.
2.      Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi pembelajar dan pengajar. Materi-materi itu dapat berupa materi pembelajaran interaktif yang berbantuan komputer, seperti CD, DVD Pembelajaran Interaktif.
3.      Pengajar harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu pembelajar agar mencapai standar akademik.
4.      Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk untuk mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut.
5.      Dan yang tak kalah penting adalah, adanya kemauan dari semua pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Teknologi informasi adalah suatu  teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,  mendapatkan,  menyusun, menyimpan, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang  relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan.
Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dapat kita kelompokkan dalam bidang-bidang pemerintahan, bidang  bisnis dan perusahan, dalam dunia perbankan, dan lain-lain.


 
DAFTAR PUSTAKA

https//Gadiskarawang2’s WordPress.com weblog.



No comments:

Post a Comment