BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Keadaan dunia yang
dinamis, menuntut untuk terjadinya perubahan di segala aspek. Salah satunya
adalah pendidikan. Dalam pendidikan, teknologi memiliki kedudukan yang sangat
penting dalam proses pengembangan pendidikan. Teknologi dimanfaatkan sebagai
media dalam proses pendidikan itu sendiri. Teknologi merupakan bagian integral
dalam setiap budaya. makin maju suatu budaya, makin
banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan didalam dunia pendidikan,
peran dan posisi teknologi pendidikan juga merupakan bagian integral dari
pendidikan. Sedangkan erkembangan
komunikasi dalam dunia system komunikasi kita tentunya akan mengubah pola
komunikasi masyarakat.
Banyak tantangan yang harus dihadapi
oleh teknolog pendidikan di era global. Salah satunya adalah tantangan untuk
mengembangkan teknologi pendidikan sebagai profesi, bidang kajian dan garapan,
serta tantangan untuk mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan IPTEK dan
perkembangan kebutuhan pembangunan termasuk pembangunan manusia seluruhnya.
Sedangkan, prospek teknologi
pendidikan di era global juga cukup cerah. Salah satu buktinya adalah meluasnya
trend belajar “e-learning” yang sudah mulai banyak digunakan sebagai salah satu
alat untuk menyempurnakan proses belajar dan memudahkan para peserta didik
untuk memperoleh ilmu pengetahuan tanpa adanya tatap muka dengan pembimbing.
Maka dari itu, makalah ini akan
berusaha membahas dan memeaprkan tentang prospek dan tantangan teknologi
pendidikan di era global dengan berbagai implikasinya dalam kehidupan
sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan di Era Global?
2.
Apakah pengertian Prospek dan Tantangan
Pendidikan di Era Globalisasi?
3.
Bagaimanakah Prospek Dan Tantangan
teknologi pendidikan Di Era Globalisasi?
4.
Bagaimanakah Tugas Teknolog Pendidikan di Era Global?
5.
Bagaimanakah Penerapan Teknologi di Era Global?
6.
Apa Saja Peranan Profesi dan Lembaga di Era Global?
7.
Apa sajakah Solusi Terkait Prospek Dan
Tantangan Teknologi Pendidikan Di Era Global?
8.
Apa sajakah Bentuk Prospek dan
Tantangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi ?
C. Tujuan Pembahasan
Tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Menjelaskan Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan di Era Global.
2.
Memaparkan
pengertian prospek dan tantangan teknologi pendidikan di Era Global.
3.
Menjelaskan
prospek dan tantangan teknologi pendidikan era global.
4.
Menjelaskan Tugas Teknolog Pendidikan di Era Global.
5.
Menjelaskan Penerapan Teknologi di Era Global.
6.
Mengetahui Peranan Profesi dan Lembaga di Era Global.
7.
Memaparkan
solusi Terkait
Prospek Dan Tantangan Teknologi Pendidikan Di Era Global.
8.
Menjelaskan Bentuk Prospek dan
Tantangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perkembangan Konsep Teknologi
Pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian
dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang
teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi[1].
Teknologi pendidikan berbeda
dengan teknologi dalam pendidikan. Teknologi dalam pendidikan menuntut adanya
sarana (telepon, facsimile, computer dan lain-lain) dalam kegiatan lembaga
pendidikan. Teknologi tidak menuntut adanya sarana tersebut, melainkan
menenkankan pada adanya proses untuk memperoleh nilai tambah.
Pengertian teknologi (semua teknologi
termasuk teknologi pendidikan) secara umum adalah:
1.
Proses
yang meningkatkan nilia tambah;
2.
Produk
yang digunakan dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja;
3.
Struktur
atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan.
Teknologi pendidikan
telah berkembang sebagai suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Teknologi
pendidikan berusaha memecahkan dan atau memfasilitasi pemecahan masalah belajar
pada manusia sepanjang hayat, di mana saja, kapan saja, dengan cara apa saja,
dan oleh siapa saja. Gambar berikut menunjukkan di mana bidang garapan
teknologi pendidikan itu seharusnya berkembang.
Masalah belajar itu
dialami oleh siapa saja sepanjang hidupnya, di mana-mana: di rumah, di sekolah,
di tempat kerja, di tempat ibadah, dan di masyarakat, serta berlangsung dengan
cara apa saja dan dari apa dan siapa saja. Berkembangnya teknologi pendidikan
itu tentu saja berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Mengingat
bahwa objek teknologi pendidikan adalah belajar (pada manusia) maka akhir-akhir
ini istilah “teknologi pendidikan” cenderung digantikan dengan “teknologi
pembelajaran” sehingga memperluas kawasan penerapannya yaitu tidak hanya
di lembaga pendidikan formal melainkan dimana saja belajar itu diperlukan dan
berlangsung. Dalam perkembangan terakhir, teknologi pendidikan secara
konseptual didefinisikan sebagai : teori dan praktik dalam desain pengembangan,
pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses sumber dan sistem
untuk belajar[2].
B.
Pengertian
Prospek dan Tantangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Menurut
kamus besar Indonesia prospek adalah harapan atau kemungkinan. Sedangkan
teknologi pendidikan adalah merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi
sebagai alat bantu dalam pendidikan agar berhasil guna, efisien dan efektif.
Untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan
mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Tantangan adalah sebuah bentuk permasalahan
atau probelmatika yang harus dihadapi dimasa depan. Jadi, prospek dan tantangan
teknologi pendidikan adalah suatu bentuk harapan dan juga probelmatika atau
kendala yang dihadapi oleh teknologi pendidikan sebagai alat bantu dalam
pemecahan masalah didunia pendidikan dalam era globalisasi. Prospek teknologi
pendidikan di era globalisasi adalah merupakan bentuk harapan dan penerapan
teknologi pendidikan dimasa datang dalam era globalisasi. Sedangkan tantangan
teknologi pendidikan globalisasi adalah suatu bentuk masalah atau problematika
yang harus dihadapi di era globalisasi.
Dengan adanya IT kita memperoleh sesuatu yang lebih
efektif untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Di internet segala macam informasi
tersedia, mulai dari hal-hal yang paling baru hingga hal-hal yang sudah menjadi
sejarah, semuanya ada di sana . Dengan demikian kita dapat melakukan
penghematan, kita tidak perlu membeli surat kabar setiap hari atau menyalakan televisi untuk menonton berita saja, di mana ada koneksi internet
kita dapat mencari berita-berita yang aktual[3].
Jadi
prospek dan tantangan teknologi pendidikan di era globalisasi merupakan suatu
bentuk harapan dalam menghadapi problematika teknologi pendidikan serta
pengaplikasikannya di era globalisasi[4].
C.
Prospek
Dan Tantangan TIK Di Era Globalisasi
Semua
bentuk teknologi adalah sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu
tujuan tertentu, yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan
usahanya, meningkankan hasilnya dan menghematnya serta sumberdaya yang ada. Prospek dari teknologi pendidikan sejarah ini
yaitu Teknologi pendidikan berusaha memecahkan dan atau memfasilitasi pemecahan
masalah belajar pada manusia sepanjang hayat dimana saja kapan saja dengan cara
apa saja dan oleh siapa saja.
Menurut
Ferdinand Brandel prospek dari teknologi pendidikan adalah sebagai perbaikan
proses serta sarana yang memungkinkan suatu generasi yang menggunakan pengetahuan
generasi sebelumnya. Sedangkan menurut AECT (
Association For Educational and Tecnology ) menyebutkan bahwa prospek dari
pada teknologi pendidikan itu mencangkup dua hal yang mendasar, yang antara
lain :
1.
Untuk menganalisis masalah mencari, melaksanakan,
mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek
belajar manusia.
2.
Membentuk, menjembati dan mengatasi
persoalan-persoalan pendidikan. Proses transformasi global yang digerakkan oleh
kekuatan sains, teknologi informatika dan transportasi, serta dibelakukannya
sistem perdagangan bebas memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Hal ini juga berdampak pada pendidikan khususnya di bidang teknologi
pendidikan.
Dengan
adanya era global maka semakin kompleks pula tantangan yang harus dihadapi oleh
teknologi pendidikan. Tantangan tersebut antara lain:
1.
Adanya perubahan sosial yang semakin capat
berimplikasi pada pergeseran nilai masyarakat.
2.
Hingga saat ini belum ada pengakuan
pemerintah atas profesi Teknologi pendidikan.
3.
Belum adanya inovasi-inovasi baru
terkain dengan macam teknologi pendidikan baik dari segi teknologinya ( White
board, elektronik, OHP, Vidio, TV, e-learning, Internet dan Lain-lain ) serta
dalam proses maupun sistem.
4.
Berkaitan dengan penyususnan teknologi,
kurang penguasaan guru terhadap teknologi memunculkan kekhawatiran terhadap
siswa, sehingga tidak memiliki hubungan kedekatan dengan guru yang berimplikasi
siswa menjadi pasif selama penyususnan teknologi.
5.
Adanya tranformasi global tidak selalu
merupakan sesuatu yang positif. Banyaknya hiburan yang lepas dari kendali,
banyaknya sajian yang kurang mendidik, kekerasan yang ada sehingga dapat
menyebabkan siswa lebih banyak meniru dan melakukan apa yang didengar dan
dilihatnya melalui teknologi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan.
Perubahan tambal sulam dalam pendidikan
pasti tidak akan efektif untuk menghadapi isu-isu global, seperti pentingnya
perdamaian dan keselamatan dunia, lingkungan yang baik, air dan udara yang
bersih, kesehatan, dan kemiskinan. Isu semacam ini menjadi tidak lagi menjadi
isu lokal atau nasional, melainkan sudah menjadi isu yang diperdebatkan oleh
dunia internasional.
Dengan
kata lain, saat ini, masalah pendidikan tidak dapat lagi dibaca semata-mata
dari kacamata pendidikan, melainkan harus merujuk pada isu-isu yang berbeda di
kawasan non pendidikan. Hal ini menegaskan kembali betapa pentingnya pendidikan
dengan basis yang luas. Mengenai betapa luasnya basis pendidikan, ucapan
Hillary Clinton menarik untuk dikaji, it takes an entire village to educate a
single child. Sebuah desa yang jauh di luar batas lokasi geografi, dimana
sang anak hidup, yaitu sebuah desa yang dihuni oleh enam miliar jiwa manusia.
Ucapan
Hillary kembali mengingatkan kita, agar kita dan anak-anak didik kita harus
mempersiapkan diri untuk memasuki proses yang bergerak menuju ke arah
integritas, interdependensi, dan saling terikat. Anak didik kita tidak hanya
menjadi anggota masyarakat di RT di lingkungan, di mana ia tinggal, melainkan
perlu dipersiapkan untuk menjadi anggota masyarakat dunia. Luar biasa ! Betapa
luasnya dasar yang melandasi pendidikan dalam era globalisasi.
Globalisasi
memberikan visibility yang khusus bagi pendidikan. Globalisasi juga
menyampaikan pesan khusus bahwa pendidikan harus mampu menciptakan knowledge
society, yaitu masyarakat yang berkeyakinan bahwa pengetahuan dan keterampilan
manusia jauh lebih penting daripada sumber alam, material yang melimpah, dan
bahkan modal sekalipun.
Titik
pandang seperti ini, penting sekali Anda hayati. Pandangan ini mengingatkan
kita sebagai guru bahwa betapa pun terbatasnya fasilitas, bahan dan alat di
sekolah dan kelas yang Anda ajar, asal pengetahuan dan keterampilan Anda
memadai maka kualitas pengajaran yang Anda sampaikan masih tetap dapat
dipertanggungjawabkan.
Tidak
pernah sebelumnya terjadi bahwa pengetahuan betul-betul merupakan kekuatan, dan
dengan alasan ini pula pendidikan merupakan pathways
ke jalan pengetahuan.
Pemberdayaan
atau empowerment pendidikan merupakan kebijakan dan tindakan yang amat penting.
Dalam era globalisasi, nasib kita ke depan, bukanlah sesuatu yang dapat
ditentukan lebih dulu (predetermined), melainkan tergantung pada pilihan kita
saat ini, yaitu pilihan yang sesuai dengan proses globalisasi ke depan,
termasuk keputusan desentralisasi yang telah menjadi kesepakatan nasional.
Gelombang
dan arus deras globalisasi tidak hanya membawa perubahan yang radikal dalam
teknologi dan komunikasi, tetapi juga transformasi dalam hubungan antar
penduduk di dunia. Difusi ilmu pengetahuan dan informasi membawa dampak dalam
penyebaran kekuatan di antara negara dan bangsa di dunia. Perubahan yang
radikal dalam ilmu pengetahuan dan informasi menciptakan peluang untuk
memajukan mutu kehidupan manusia dan masing-masing individunya.
Pendidikan
menjadi sentral jika kita menginginkan sukses menghadapinya gelombang
globalisasi. Bagi sebuah bangsa dan negara begitu pula bagi warga negaranya, pendidikan
merupakan sumber utama pengetahuan untuk mewujudkan keberhasilan dalam era
ekonomi informasi baru. Pendidikan yang baik dan kuat merupakan kunci sukses
menuju kemakmuran ekonomi dan standar hidup yang layak dan manusiawi.
Oleh
karena itu, mutlak diperlukan kebijakan dan tindakan yang strategis dan efektif
untuk mendiskusikan ilmu pengetahuan. Difusi ilmu pengetahuan dari seseorang ke
orang lainnya tidak akan menyebabkan mengurangi kadar pengetahuan dari mereka
yang membantu menyebarkannya. Sebaliknya semakin besar gudang pengetahuan yang
dimiliki oleh suatu masyarakat maka akan semakin baik bagi kehidupan masyarakat
dan warganya.
Pada
saat faktor produksi, seperti tanah dan modal semakin lama semakin terbatas
maka tidak begitu halnya dengan pendidikan. Pengetahuan adalah sesuatu yang
dapat dibagikan dan semakin dibagikan kepada pihak lain, semakin akan
berkembang.
Pengetahuan
lebih dari sekadar kendaraan untuk melaju pada jalan ekonomi menuju kemakmuran.
Pendidikan juga merupakan kendaraan utama untuk pemberdayaan warga suatu
bangsa, untuk mengembangkan institusi demokratis; untuk menciptakan sistem
operasi yang efektif dalam pemerintahan; untuk memerangi ketidakadilan, untuk
mengikis kemiskinan dan penyakit; untuk memelihara identitas kultural; dan
untuk memperkuat masyarakat yang berbasiskan kekuatan sipil (civil society).
Singapura
negara tetangga terdekat Indonesia merupakan sebuah contoh nyata yang berhasil
menciptakan knowledge based society.
Sebuah negara yang hampir tanpa sumber daya alam, tetapi kini merupakan salah
satu negara termakmur di dunia. Singapura juga termasuk negara yang terbersih
dari noda-noda korupsi dan kolusi. Singapura juga termasuk negara yang dijuluki
sebagai sebuah negara yang mempunyai keteguhan tekad untuk meraih sukses atau strong determination to succeed.
Salah
satu indikator yang dipakai oleh oleh de Bono untuk mendukung pernyataannya
adalah besar dana yang betul-betul dialokasikan untuk pendidikan. Pada tahun
1965 secara ajeg Singapura menginvestasikan uangnya sebesar 20% dari APBNnya.
Pada tahun 1965 GNP Singapura baru mencapai $970 juta. Pada tahun 1996, setelah
31 tahun kemudian, GNP Singapura naik menjadi 24 kali lipat atau $23 miliar.
Sebaliknya
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sangat kaya dengan sumber
alam, akan tetapi menjadi nomor 1 dalam rendahnya dana yang diinvestasikan
dalam pendidikan (dana nomor satu pula sebagai negara yang mempunyai kendaraan
mewah terbanyak di Asia).
Oleh
karenanya menumbuhkembangkan masyarakat yang berbasiskan ilmu pengetahuan,
melalui keteguhan hati dan investasi yang tinggi merupakan tantangan terbesar
bagi pendidikan, serta merupakan titik berangkat untuk menjabarkan
tujuan-tujuan berikutnya baik pada tingkat nasional, lokal dan individual.
Keteguhan hati dan investasi seperti itu, hanya mungkin terwujud jika didukung
dan difasilitasi oleh sistem politik, kebijakan ekonomi, sosial, budaya dan
pendidikan sendiri[5].
D.
Profesi Teknologi Pendidikan
Setiap profesi paling sedikit
harus memenuhi empat syarat. Pertama adalah pendidikan dan pelatihan yang
memadai, kedua adanya komitmen terhadap tugas profesioanalnya, ketiga adanya
usaha untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan
tuntutan zaman, dan keempat adanya standar etik yang harus dipatuhi.
Mereka yang berprofesi atau
bergerak dalam bidang teknologi pendidikan, harus mempunyai komitmen dalam
melaksanakan tugas profesionalnya yang utama yaitu terselenggaranya proses
belajar bagi setiap orang, dengan dikembangkan dan digunakannya berbagai sumber
belajar selaras dengan karakteristik masing-masing pembelajar (learners) serta
perkembangan lingkungan .
Karena lingkungan itu senantiasa
berubah, maka para Teknolog Pendidikan harus senantiasa mengikuti perkembangan
atau perubahan itu, dan oleh karena itu ia dituntut untuk selalu mengembangkan
diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman, termasuk selalu
mengikuti perkembangan dan teknologi.
Profesi teknologi pendidikan,
sebagaimana halnya semua profesi yang baru, menghadapi tantangan yang inheren.
Salah satu tantangan berat yang dihadapi adalah pengakuan atas teknologi
pendidikan. Setelah melakukan berbagai usaha akhirnya masalah itu memperoleh
jalan keluar dengan ditetapkannya Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2002 tentang
Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi.
Dengan tersedianya tenaga terdidik
dan terlatih dalam bidang Teknologi Pendidikan dan adanya organisasi profesi,
maka secara konseptual terjaminlah usaha penerapan teknologi pendidikan dalam
berbagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran[6].
E.
Penerapan Teknologi Pendidikan
Kontribusi teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) dalam pendidikan di era globalisasi pendidikan dapat dipandang
dari berbagai aspek, namun pada dasarnya TIK dapat memfasilitasi suatu proses
dalam mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan
menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar dengan informasi
yang benar, cepat akurat dan transfaran sehingga dunia pendidikan di Indonesia
menjadi kompetitif dan memiliki daya saing yang kuat[7].
Teknologi
pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena
adanya kebutuhan di lapangan yaitu kebutuhan untuk belajar ( belajar lebih
efektif, lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat, dan sebagainya.
Untuk itu ada produk yang sengaja dibuat dan ada yang ditemukan dan
dimanfatkan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangan
pesat akhir-akhir ini dan menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak
terbayangkan telah membalik cara berpikir kita dengan “Bagaimana mengambil
manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah belajar”.
Berkembangnya
penerapan teknologi pendidikan boleh dikatakan berasal dari Amerika Serikat
pada awal perkembangan sekitar ratusan tahun yang lalu teknologi itu dikenal
sebagai cara mengajar dengan mengunakan alat peraga hasil buatan sendiri oleh
guru di sekolah. Beberapa bentuk penerapan teknologi pembelajaran secara menyeluruh,
yaitu yang meliputi semua komponen dan karena itu merupakan sistem dapat
dicontohkan sebagai berikut:
1.
Proyek percontohan sistem PAMONG (
Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang tua, dan Guru ) di Kabupaten
Karanganyar, Surakarta pada tahun 1974, dan disebarkan di Kabupaten Malang dan
Gianyar pada tahun 1978.
2.
Pemasyarakatan P4 melalui permainan
yang di ujicobakan di kabupaten Batu Malang.
3.
Proyek Pendidikan Melalui Satelit (
Rular Satelit Project ) di perguruan tinggi wilayah Indonesia bagian Timur ( BKSPT
INTIM )
4.
Program pedidikan karakter melalui
serial televisi (pendidikan) pertama (dan terakhir).
5.
Program KEJAR Paket A dan B.
6.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (
PKBM )
7.
SLTP Terbuka.
8.
Univesitas Terbuka.
9.
Sistem Belajar Jarak Jauh yang
diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan
10. Jaringan
sistem belajar jarak jauh (Indonesian Distance Learning Network = IDLN) dan
SEAMOLEC (SEAMEO Open Learning Center) yang berkedudukan di Puskkom Diknas[8].
F.
Peranan Profesi dan Lembaga
Para profesi (praktisi dan
akademisi teknologi pendidikan) pada saat ini telah menyebar ke luar lingkungan
pendidikan, yaitu pada lembaga pelatihan, lembaga pemerintahan, dan lembaga
masyarakat, lembaga media massa (radio, televise, dan surat kabar), serta
lembaga atau organisasi bisnis dan industri yang berniat menjadi organisasi
belajar.
Lembaga penyelenggara teknologi
pembelajaran sekarang ini ada di mana-mana, dan telah berkembang sebagai suatu
jaringan. Teknologi informasi dengan mudah telah menghilangkan batasan ruang
dan waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan[9].
Program pengembangan dan penerapan teknologi memiliki fungsi umum yang sama,
yaitu:
“Terwujudnya berbagai
pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya
aneka sumber, proses, dan sistem belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,
meuju terbentuknya masyarakat belajar dan berpengetahuan.”
Untuk tercapainya visi tersebut
Teknologi Pendidikan mempunyai misi:
1.
Melakukan
pendekatan integrative dengan semua kegiatan pembangunan di bidang pendidikan,
pelatihan, dan pendidikan;
2.
Menyediakan
tenaga professional yang kompeten untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan
teknologi pendidikan;
3.
Mengusahakan
adanya nilai tambah dengan digunakannya teknologi pendidikan;
4.
Menghindari
gejolak negatif seperti melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang
miskin, antara perkotaan dan pedesaan, dan sebaginya;
5.
Mengembangkan
pola dan sistem pembelajaran yang memungkinkan keterlibatan jumlah sasaran
maksimal, perluasan pelayanan, dan pemberdayaan warga dan organisasi belajar;
6.
Menghasilkan
sistem belajar dan pembelajaran yang inovatif.
G.
Solusi
Terkait Prospek Dan Tantangan Teknologi Pendidikan Di Era Global
Dari
uraian di atas mengenai prospek dan tantangan teknologi pendidikan di era
global dapat diketahui bahwa banyak sekali yang harus kita lakukan untuk
mengatasi hal tersebut.yang paling utama bahwa kita harus menjadikan prospek
dan tantangan itu adalah sebuah motivasi atau dorongan untuk berbuat lebih baik
dan maju dan jangan jadikan semua itu sebuah halangan atau rintangan.beberapa
hal yang bisa kita lakukan terkait dengan masalah diatas adalah sebagai berikut:
1.
Adanya pergeseran nilai masyarakat yang
dikarenakan perubahan sosial yang semakin cepat ini harus diimbangi dengan
penyesuaian di bidang teknologi pendidikan.artinya teknologi pendidikan
haruslah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perubahan
sehingga teknologi pendidikan tidak tertinggal dengan perkembangan yang terjadi
di masyarakat.
2.
Adanya pengakuan pemerintah atas
profesi teknologi pendidikan ini harus terus diupayakan agar memperingan
pekerjaan.
3.
kita harus selalu mengupayakan adanya
inovasi- inovasi baru berkaitan dengan macam teknologi pendidikan.
4.
Guru harus selalu bisa menguasai
teknologi yang ada agar para siswa punya kepercayaan terhadap guru. Penguasaan
tersebut bisa dilakukan dengan diadakannya workshop atau seminar bagi para guru
terkait dengan penguasaan teknologi.
Teknologi merupakan solusi
tepat bagi penyelesaian masalah dalam bidang pendidikan. Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi
informasi dan komunikasi akan mengatasi ketertinggalan perkembangan dari Negara
maju[10].
Masih banyak terjadi kerancuan yang
menganggap bahwa ciri utama teknologi pendidikan adalah adanya peralatan atau
sarana canggih dalam proses pendidikan. Teknologi pendidikan berbeda dengan
“teknologi dalam pendidikan” . Teknologi dalam pendidikan memang menuntut
adanya sarana dalam kegiatan lembaga pendidikan. Teknologi pendidikan tidak
menuntut adanya sarana tersebut, melainkan menekankan pada adanya proses untuk
memperoleh nilai tambah. Pengertian teknologi (semua teknologi termasuk
teknologi pendidikan) secara umum adalah :
1.
Proses yang meningkatkan nilai tambah;
2.
Produk yang digunakan dan atau
dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja;
3.
Struktur atau sistem dimana proses dan
produk itu dikembangkan dan digunakan Dalam perkembangan terakhir, teknologi
pendidikan secara konsep didefinisikan sebagai : teori dan praktek dalam
desain, pengembngan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses,
sumber, dan sistem untuk belajar.
Prospek
dari teknologi pendidikan sejauh ini antara lain :
1.
Teknologi pendidikan berusaha
memecahkan dan atau memfasilitasi pemecahan masalah belajar pada manusia
sepanjang hayat, dimana saja, kapa saja, dengan cara apa saja, dan oleh siapa
saja.
2.
Menurut Ferdinand Brandel: sebagai
perbaikan proses serta sarana yang memungkinkan suatu generasi yang menggunakan
pengetahuan generasi sebalumnya.
3.
Menurut AECT (Association for Educational and Technology) menyebutkan bahwa
prospek daripada teknologi pendidikan itu mencakup dua hal yang mendasar:
a.
Untuk menganalisis masalah mencari,
melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut
semua aspek belajar manusia.
b.
Membantu menjembatani dan mengatasi
persoalan- persoalan pendidikan.
Tantangan
dari teknologi pendidikan antara lain :
a.
adanya perubahan sosial yang semakin
cepat berimplikasi pada pergeseran nilai masyarakat.
b.
Hingga saat ini belum ada pengakuan
pemerintah atas profesi teknologi pendidikan
c.
Belum adanya inovasi- inovasi baru
berkaitan dengan macam teknologi pendidikan baik dari segi teknologinya serta
dalam proses maupun sistem.
d.
Berkaitan dengan penggunaan teknologi,
kurangnya penguasaan guru terhadap teknologi memunculkan kekhawatiran terhadap
siswa, sehingga tidak memiliki hubungan kedekatan dengan guru yang berimplikasi
siswa menjadi pasif selama penggunaan teknologi.
e.
Adanya transformasi global tidak selalu
merupakan sesuatu yang positif. Banyaknya hiburan yang lepas kendali, banyaknya
sajian yang kurang mendidik, kekerasan yang ada sehingga dapat menyebabkan
siswa lebih banyak meniru dan melakukan apa yang didengar dan dilihatnya
melalui teknologi sehingga timbul hal-hal yang tidak diinginkan.
Teknologi pendidikan merupakan
teknologi terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan
yaitu kebutuhan untuk belajar. Untuk itu ada produk yang sengaja dibuat dan ada
yang ditemukan dan dimanfaatkan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi yang sangat pesat akhir- akhir ini dan menawarkan sejumlah
kemungkinan yang semula tidak terbayangkan telah membalik cara berpikir kita
dengan “bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah
belajar” .
H.
Bentuk
Prospek dan Tantangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam
dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah
pendidikan yang lebih terbuka. Dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan
masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam,
multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja saat itu juga dan
kompetitif.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam
bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar
jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara
mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek
keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen
dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan[11].
Prospek
teknologi pendidikan di era globalisasi:
1.
Teknologi pendidikan harus mampu
menciptakan Know Ledge Society yaitu
masyarakat yang berkeyakinan bahwa pengetahuan dan ketrampilan manusia jauh
lebih penting dari pada sumber alam, materi yang melimpah, dan modal;
2.
Dengan fasilitas media pembelajaran
(teknologi pendidikan), pendidikan harus dapat berjalan secara optimal;
3.
Teknologi pendidikan merupakan sebuah
kebijakan dalam menyelesaikan problematika di dalam dunia pendidikan;
4.
Teknologi Pendidikan mampu menembus
jarak ruang dan waktu dalam komunikasi dalam dunia pendidikan;
5.
Teknologi pendidikan dapat menampilkan
berbagai jenis bahan audio visual termasuk gambar diam, film, obyek, specimen,
dll;
6.
Teknologi pendidikan memberikan
pengetahuan baru tentang sains dalam mengajar;
7.
Teknologi pendidikan mempermudah untuk
memperoleh informasi dari luar yang dapat membantu kita dalam menghadapi
masalah;
8.
Teknologi pendidikan dapat mempertinggi
proses dan hasil belajar yang berkenaan dengan taraf fikir siswa. Tantangan
teknologi pendidikan di era globalisasi;
9.
Keterbatasan Human Skill dalam menguasai teknologi pendidikan;
10. Kendala
dengan biaya atau efisiensi;
11. Kemajuan
teknologi pendidikan diiringi dengan dekodensi moral;
12. Kurangnya
sosialisasi teknologi pendidikan pada lembaga – lembaga pendidikan;
13. Tantangan
Psikologi yaitu kondisi psikologi seseorang dapat menghambat proses komunikasi
baik dari sisi keantusiasan, komunikasi, rasa percaya diri, dan daya tangkap;
14. Tantangan
Kurtural yaitu kultur atau budaya suatu daerah sering berbeda dengan daerah
lain. Jika dalam proses komunikasi kurang adanya pemahaman maka akan menyebabkan
terhambatnya komunikasi;
15. Tantangan
Lingkungan yaitu lingkungan yang kondusif memiliki peran yang penting dalam
proses belajar mengajar agar proses komunikasi belajar dapat berjalan baik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Prospek teknologi
pendidikan ataupun TIK di era globalisasi adalah merupakan bentuk harapan dan
penerapan teknologi pendidikan dimasa datang dalam era globalisasi. Sedangkan
tantangan teknologi pendidikan globalisasi adalah suatu bentuk masalah atau
problematika yang harus dihadapi di era gloalisasi. Jadi prospek dan tantangan
teknologi pendidikan di era globalisasi merupakan suatu bentuk harapan dalam
menghadapi problematika teknologi pendidikan serta pengaplikasikannya di era
globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Miarso, Yusufhadi, Menyemai Benih Teknologi
Pendidikan, Jakarta : KENCANA PRENADAMEDIA GROUP, 2004.
[2] Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta :
KENCANA PRENADAMEDIA GROUP, 2004), hlm. 165-168.
[6]
Yusufhadi Miarso, Op.Cit., 169-171.
[8] Yusufhadi
Miarso, Op, Cit., 171-174.
No comments:
Post a Comment